Follower Bookolatte sudah paham tentunya kalau kami sangat peduli dengan topik komunikasi sains dan topik ilmiah lainnya. Nah, buku ini adalah salah satu buku tentang komunikasi sains yang paling komprehensif yang pernah saya baca, ditulis oleh seorang ilmuwan geologi yang sekaligus ahli bahasa dan juga penerjemah. Dengan pengalaman yang lengkap, tentu banyak insight menarik di dalamnya.
The Chicago Guide to Communicating Science (Second Edition)
Scott L. Montgomery
The University of Chicago Press (2017)
324 hal
The University of Chicago Press adalah salah satu penerbit akademik tertua di Amerika Serikat. Di antara jenis buku yang diterbitkannya adalah buku-buku bertopik kepenulisan dalam seri Chicago Guides to Writing, Editing, and Publishing. Misalnya buku The Chicago Manual of Style yang telah menjadi referensi dunia penerbitan Amerika selama lebih dari 100 tahun.
Salah satu buku dalam seri ini adalah The Chicago Guide to Communicating Science dari Scott L. Montgomery. Ia adalah seorang ilmuwan geologi dari University of Washington Seattle yang juga punya latar belakang Sastra Inggris, dan memiliki ketertarikan yg luas baik di bidang sains, humaniora, sejarah, bahasa, dan komunikasi. Ia pun sudah berpengalaman menulis berbagai artikel ilmiah baik akademik maupun populer, buku-buku ilmiah populer bertopik sejarah sains, energi, perubahan iklim, juga tentang teknik menulis, bahasa, dan komunikasi sains. Selain itu karena pernah tinggal di Jepang, ia pun berpengalaman sebagai penerjemah bahasa Jepang.
Buku ini pertama kali diterbitkan tahun 2001, dan di edisi kedua ini memasukkan unsur-unsur media baru dalam komunikasi sains. Sebenarnya topik utama buku ini adalah tentang menulis paper atau artikel ilmiah yang baik untuk diterbitkan di jurnal, seperti yang biasanya dituntut dari para ilmuwan di berbagai bidang. Jadi bagian besar buku ini memang membahas soal ini secara mendetil. Tapi mungkin karena memang pak Montgomery ini punya latar belakang kuat di ‘dua dunia’ yaitu dunia bahasa/linguistik dan juga sains, buku ini terasa seperti ‘fusion’ keduanya, nggak benar-benar seperti buku ‘how-to-write’ lainnya. Teknikal iya, tapi bahasanya juga ada rasa-rasa sastranya. Buat yang mau skip-skip langsung ke poin-poin teknisnya bisa, tapi penjelasannya juga enak dibaca, dinikmati, dan banyak insight mendalam berdasarkan pengalamannya yang luas. Agak mirip buku-buku prof Thomas Foster, tapi khusus sains.
Bukunya terbagi menjadi 3 bagian besar:
I. The Language and Rhetoric of Science: Using Them to Your Advantage
Bagian ini membahas tentang aspek bahasa yang ‘baik dan benar’ dalam konteks komunikasi di dunia sains. Kenapa ‘baik dan benar’ saya beri tanda kutip? Karena bahasa, termasuk di dunia sains, terus berevolusi. Standar bahasa yang baik jaman dulu, barangkali sekarang dianggap sudah kuno bahkan tidak dimengerti orang. Atau bahasa jurnal ilmiah jaman Newton, oleh editor jurnal jaman sekarang mungkin sudah dicoret-coret dianggap kurang akademik, haha! Montgomery memberi contoh beberapa paper ilmiah dari era yang berbeda-beda, abad 17, 18, 19, abad 20 awal, pertengahan, dan akhir (masa kini). Benar-benar kelihatan evolusinya!
Kalau buat saya pribadi, ternyata paper ilmiah jaman pertengahan abad 20 yang paling enak dibaca, karena mirip tulisan sains populer: tidak terlalu kaku, rigid, dan akademik seperti paper ilmiah jaman sekarang hehehe…
Oiya, menurut Montgomery, usaha mengubah bahasa tulisan sains (scientific writing) itu dimulai di abad 17, jamannya Francis Bacon dan Isaac Newton. Bacon berpendapat bahwa bahasa jaman Elizabeth (era Shakespeare) terlalu berbelit-belit untuk sains, sehingga ‘menjadi hijab antara para intelektual dengan dunia luar’. Karenanya sains perlu menggunakan bahasa yang sederhana dan to the point, tidak ‘berbunga-bunga’. Ternyata setelah 400 tahun pun selalu saja ada masalah dalam komunikasi sains, ya?
Satu poin yang penting di bagian ini disebutkan oleh Montgomery, yaitu “menulis yang baik diawali dengan membaca yang baik”. Membaca di sini tentunya adalah membaca kritis dan sensitif akan kualitas tulisan yang dibacanya. “Reading well in the first step to writing well,” tulis Montgomery. Banyak membaca bacaan seperti ini, akan membantu kualitas tulisan kita sendiri. Benar apa yang dibilang bahwa “imitation is the start of learning”.
II. Communicating Professionally: Where, What, and How
Bagian ini membahas secara mendetil tentang penulisan paper ilmiah dari segala segi. Banyak insight penting dari pak Montgomery untuk para ilmuwan yang ingin memasukkan papernya ke jurnal-jurnal ilmiah di bidang masing-masing. Selain itu juga membahas tentang penulisan bentuk-bentuk komunikasi sains lainnya seperti review paper ilmiah, review buku, ataupun debat/kritik terhadap paper yang diterbitkan dalam jurnal.
Topik-topik lain yang dibahas di bagian ini adalah menulis proposal, disertasi, ulasan tentang visual/grafis, dan tentang komunikasi sains online seperti melalui blog atau medsos. Untuk yang terakhir ini, ada pendapat pak Montgomery yang saya setuju: blogging tentang sains berarti anda, sang ilmuwan, berlaku sebagai representasi komunitas sains. Seringkali ilmuwan yang bersangkutan melupakan hal ini, sehingga batas antara ilmu dan opini menjadi blur dan bias. Karena itu ilmuwan, jika mengomunikasikan sains melalui blog, atau medsos, perlu melakukannya secara etis: beritahu pembaca jika sedang membahas riset sainsnya, dan beritahu sebelah mana yang merupakan opini atau interpretasi pribadi. “Karena anda adalah representasi dunia sains, lakukan (komunikasi sains tersebut) dengan ‘dignity & respect’.”
*Catatan: kenapa saya setuju pendapat pak Montgomery di atas, karena sering saya temukan ilmuwan yang mengomunikasikan sains tapi campur-campur dengan bias pribadi tanpa jelas batasnya, juga kadang menggunakan bahasa yang merendahkan, tidak simpatik.*
III. Special Topics In Communicating Science
Bagian ini membahas antara lain tentang penulisan paper ilmiah untuk ilmuwan yang bahasa ibunya bukan bahasa Inggris, penerjemahan tulisan ilmiah, wawancara media, penulisan ilmiah populer, dan pengajaran komunikasi sains.
Saya ingin menyoroti tentang penerjemahan. Kenapa? Karena banyak saya dengar keluhan dari teman-teman di Indonesia (dan juga pengamatan saya sendiri) tentang penerjemahan buku-buku sains populer yang seringnya sih kaku, tapi yang lebih parah, sering juga diterjemahkan secara tidak tepat dan malah meleset. Atau muncul kata-kata baru dari penerjemah yang dianggap ‘bahasa yang benar’ tapi sebenarnya di dunia sains Indonesia sendiri tidak dipakai.
Menurut Montgomery, penerjemahan bukanlah seperti memindahkan teks dari satu wadah ke wadah lain. Menerjemahkan adalah menciptakan teks baru dalam bahasa targetnya. “Experienced translators know a literal rendering of any original is impossible,” tulisnya. Semua penerjemahan melibatkan interpretasi. Tujuan seorang penerjemah yang baik adalah menghasilkan terjemahan yang seolah-olah ditulis dalam bahasa target itu.
Dan karena topiknya sains, maka penerjemah HARUS memahami aspek teknis dan konteksnya, termasuk terminologi, konten sains, dan gaya penulisan sumbernya. Montgomery menekankan bahwa “accuracy is critical”.
Kalau saya atau teman-teman yang mengeluhkan, mungkin cuma dianggap pembaca bawel. Tapi membaca apa yang ditulis pak Montgomery, yang berpengalaman sebagai ilmuwan, ahli bahasa, dan juga penerjemah, rasanya seperti dapat dukungan hehe.
Bab terakhir membahas pengajaran komunikasi sains. Montgomery sering mengajar kelas menulis sains bagi para ilmuwan. Ia mengatakan bahwa komunikasi sains melalui tulisan sangat penting untuk mengembangkan dan menyebarkan ilmu pengetahuan. Dan jika tidak diajarkan di sekolah, maka perlu ada cara lain untuk melatihnya, bisa melalui pelatihan, ataupun buku seperti yang ditulisnya. Mungkin bisa jadi masukan bagi sekolah-sekolah tinggi saintek di Indonesia untuk mulai menyediakan mata kuliah komunikasi sains dalam kurikulumnya, paling tidak sebagai mata kuliah pilihan.
Buku ini sangat informatif dan inspiratif bagi yang peduli akan komunikasi sains. Layak dikoleksi.
Catatan: buku-buku di belakang adalah sebagian referensi yang disebutkan di buku ini.
-dydy-