Cart

Your Cart Is Empty

Menulis Ilmiah Itu Menyenangkan

Menulis Ilmiah Itu Menyenangkan

image

Author

Ani

Published

Juni 10, 2024

Bagi banyak orang, menulis adalah kegiatan yang tidak menyenangkan, bahkan sebisa mungkin dijauhi (seperti matematika, mungkin). Apalagi menulis topik ilmiah. Tapi menurut buku ini, menulis apapun, termasuk tulisan ilmiah, tidak mesti membosankan (seperti matematika juga ya, hehe).

Menulis Ilmiah Itu Menyenangkan

Dasapta Erwin Irawan & Cut Novianti Rachmi
ITB Press (2016)
106 hal

Dasapta Erwin Irawan, yang menjadi narasumber podcast Bookolatte episode 8 tentang Komunikasi Sains, adalah dosen FITB jurusan Geologi ITB dengan bidang peminatan Hidrogeologi. Bersama istrinya Cut Novianti Rachmi, ia menulis buku ini terutama untuk membantu para mahasiswa S1 yang akan mulai banyak menulis makalah dan skripsi. Bagi mahasiswa S2 dan S3 juga bisa digunakan sebagai referensi tambahan dalam menulis tesis atau disertasi.

Jadi buku ini adalah panduan menulis ‘scientific writing’ ya, bukan ‘popular science writing’ seperti genre buku-buku yang sering direview di Bookolatte. Tapi banyak prinsipnya yang sama. Seperti misalnya yang ditulis Erwin di buku ini bahwa “komponen menulis ilmiah itu seperti novel, ada bagian pengenalan, bagian konflik, bagian resolusi, dan bagian penutup.” Ya, ini seperti yang pernah disampaikan oleh Randy Olson di bukunya “Houston, We Have A Narrative: Why Science Needs Story”. Hal ini juga pernah diangkat oleh Yuval Noah Harari dalam wawancaranya di MSNBC tahun lalu, bahwa jika ingin berhasil menarik masyarakat untuk mendengarkan, ilmuwan perlu menyampaikan ilmunya dalam kerangka cerita, bukan hanya membombardir mereka dengan data dan fakta.

Dalam buku ini, Erwin menjadikan proses penulisan artikel ilmiahnya sendiri untuk dibedah dan dikritisi sebagai bahan percontohan. Ia memberikan contoh proses pengorganisasian alur berpikir dengan mind map untuk menata ide dan data dari yang random dan chaos sampai mengerucut menjadi ide tulisan yang rapi.

Beberapa pemikiran yang ingin saya soroti di buku ini adalah:

1. Membuat orang lain mengerti apa yang kita lakukan sebagai seorang ilmuwan, apa saja yang dikerjakan ketika menjalankan proses bersains di bidang masing-masing, itu menyenangkan. Ada kebahagiaan tersendiri ketika kita berhasil membuat orang lain mengerti dan tertarik akan apa yang kita lakukan. Bukan hanya proses bersains seorang ilmuwan sih, tapi bisa diterapkan dalam hal apa saja. Merajut, misalnya (eh itu mah saya, haha!)
Saya jadi teringat apa yang ditulis oleh Michio Kaku, fisikawan dan science popularizer, di pengantar buku The Best American Science and Nature Writing 2020. Kaku mengatakan bahwa tulisan yang bisa menangkap semangat ilmuwan dalam menjalankan bidang ilmunya sehingga pembaca awam ikut bersemangat dan ingin tahu lebih jauh, adalah tulisan ilmiah yang ‘berhasil’.

2. Bahwa berbagai kekhawatiran ilmuwan yang menghantui mereka sebelum mulai menulis itu sebenarnya adalah ‘hantu’ yang diciptakan sendiri. Seperti misalnya kekhawatiran akan orisinalitas, akan kedalaman lingkup riset, dsb. Mindset seperti ini menjadi penghalang untuk mulai menulis. Bebaskan dulu dari mindset ini. Set yourself free, dan langsung mulai saja. Tulisan-tulisan ini nantinya bisa diedit, ditata, dan dirapikan lebih jauh.

3. Mungkin ada orang-orang yang mudah mendapat ide ketika duduk di depan laptop, tapi banyak juga yang mendapat ide random di mana saja. Bagi orang-orang seperti ini, penting untuk selalu siap sedia alat pencatat. Yang juga disarankan adalah selalu sedia buku catatan atau voice recorder. Saya jadi ingat, cara kedua ini yang dipraktekkan oleh Steven Strogatz, matematikawan penulis buku The Joy of X yang dibahas di podcast Bookolatte episode 7.
Buku ini memberikan banyak tips penggunaan teknologi yang bisa membantu menulis dan/atau mengumpulkan catatan ide dan pemikiran, seperti misalnya Evernote dan beberapa aplikasi mind/concept mapper.

Cara penyampaian buku ini yang santai dan tidak kaku seperti biasanya buku how-to akademik, mengingatkan saya akan buku The Chicago Guide to Communicating Science dari Scott L. Montgomery. Baik Erwin maupun Montgomery memahami sisi manusiawi dalam proses menulis, yang dinamis, naik turun, mengalami banyak halangan, melakukan kesalahan, tapi dalam prosesnya kita jadi banyak belajar. Kebetulan Montgomery juga sama-sama ilmuwan geologi, jadi contoh-contoh di bukunya juga banyak dari ilmu geologi, persis seperti di buku ini.

Saya pikir ini buku yang bagus sebagai panduan menulis ilmiah akademik, dan juga bisa diambil prinsip dan tips-tipsnya untuk menulis tulisan ilmiah populer. Ayo wahai para ilmuwan, mulailah menulis!

Oya, bukunya bisa dibeli di ITB Press

Menulis Ilmiah Itu Menyenangkan

 

-dydy-

Join Us

Book

O Latte

Follow IG untuk membaca review kami

Join Us on Spotify

Our Location

My Place

The place I like the most

Get Direction