Cart

Your Cart Is Empty

Stand and Deliver (1988)

Stand and Deliver (1988)

image

Author

Ani

Published

Februari 3, 2024

*Jadi inget film ini gara-gara postingan Museum of Math, sekalian review deh, film bagus*

Stand and Deliver (1988)

Ada beberapa film bertema “guru yang mengajar anak-anak di kelas/sekolah yang ‘sulit’ dan berhasil mengubah mereka menjadi lebih baik”. Sebut saja Dangerous Minds (1995), Freedom Writers (2007) yang membawa perubahan lewat puisi dan tulisan, atau Take the Lead (2006) lewat tarian. Tapi baru kali ini saya menemukan film bertema sama yang topiknya matematika, tepatnya kalkulus! (Film Stand and Deliver memang film lama sih, tapi saya baru tahu beberapa bulan lalu)

Film ini bercerita tentang guru matematika Jaime Escalante (diperankan Edward James Olmos) yang mengajar di Garfield High School di daerah miskin di East Los Angeles, di mana murid-muridnya kebanyakan Latino, miskin, nilai sekolahnya di bawah rata-rata, banyak bermasalah, tidak terinspirasi untuk belajar atau melanjutkan sekolah, atau lebih tertarik bergabung dengan geng seperti misalnya Angel Guzman (diperankan Lou Diamond Phillips).

Sementara guru-guru lain berpendapat murid-murid sekolah ini ‘hopeless’, Jaime sebaliknya. Ia berprinsip bahwa “Students will rise to the level of expectation”. Kalau mereka dianggap ‘nggak bisa apa-apa’, mereka nggak akan bisa apa-apa. Kalau mereka ditantang secara akademik dan dibimbing dengan baik, mereka akan mampu mencapai, bahkan melebihi, ekspektasi. “Ganas (bahasa Spanyol artinya keinginan kuat/determinasi)” adalah kuncinya.

Jaime lalu mengajari anak-anak ‘hopeless’ itu matematika tersulit di level high school : AP Calculus. Kalau di Indonesia ini setara Kalkulus di tingkat I perguruan tinggi. Jaime meyakinkan mereka bahwa dengan pendidikan yang baik, anak-anak ini dapat mengubah masa depan mereka. Dengan kerja keras dan bimbingan guru hebat, anak-anak ‘pinggiran’ ini lulus AP Calculus.

Film ini diangkat dari kisah nyata, tepatnya pada periode 1982 (Jaime mengajar dari tahun 1974 – 1991) saat 18 murid Jaime lulus ujian AP Calculus, mengejutkan dunia akademik Amerika, sampai dikira curang dan harus mengulang ujian untuk membuktikan bahwa mereka memang benar-benar menguasai AP Calculus. Di ujian ulangan ini, mereka lulus lagi.

Sebagai yang dulu Kalkulusnya dapat D waktu TPB, saya bilang “Salut pak Jaime & kids!”.
Film bagus, layak tonton 👍

Join Us

Book

O Latte

Follow IG untuk membaca review kami

Join Us on Spotify

Our Location

My Place

The place I like the most

Get Direction