Cart

Your Cart Is Empty

The Personality Brokers: The Strange History of Myers-Briggs and The Birth of Personality Testing

The Personality Brokers: The Strange History of Myers-Briggs and The Birth of Personality Testing

image

Author

Ani

Published

Februari 3, 2024

The Personality Brokers: The Strange History of Myers-Briggs and The Birth of Personality Testing

Merve Emre
Anchor Books (2019)
307 hal

INTP, ESFJ, which one are you?

Myers-Briggs Type Indicator mungkin adalah tes kepribadian yang paling banyak dipakai di dunia. Konon setiap tahun 2 juta orang mengambil tes ini sebagai bagian dari asesmen di dunia kerja atau pendidikan. Karenanya, MBTI juga merupakan ‘industri’ bernilai miliaran dolar, karena untuk melaksanakannya perlu sertifikasi dll (belum lagi dimanfaatkan untuk jualan merchandise, baik yang resmi maupun tidak).

Tetapi validitas MBTI dipertanyakan bahkan diremehkan para akademisi dunia psikologi, sebagian menyebutnya pseudoscience. Apalagi penciptanya juga tidak punya latar belakang pendidikan psikologi dan psikosometri melainkan otodidak.

Buku The Personality Brokers menelusuri sejarah terciptanya MBTI, yang merupakan hasil karya ibu-anak Katharine Cook Briggs dan Isabel Briggs Myers, terinspirasi oleh teori kepribadian dari Carl Jung. Dengan kata lain, MBTI adalah ‘tafsiran’ Katharine & Isabel atas teori Jung, bukan dari Jung sendiri. Bahkan, indikator Judging (J) dan Perceiving (P) sama sekali bukan dari Jung.

Katharine Briggs muda yang pintar, pendiam, dan religius, hidup di masa ketika kehidupan perempuan dibatasi hanya di urusan domestik. Meskipun lahir di keluarga terpelajar dan sempat mengecap pendidikan tinggi, namun setelah menikah urusannya seputar rumah tangga saja. Merasa kurang bahagia di rumah, dan kesedihan karena ditinggal mati 2 anaknya, Katharine mencari ‘kesibukan intelektual’ (ibu-ibu RT pasti ngerti banget ini). Ia tertarik mengamati manusia dengan karakter berbeda-beda, dan berpendapat bahwa antara tipe-tipe kepribadian ini ada yang saling cocok ada yang tidak. Menurut Katharine, mengetahui tipe kepribadian bisa membantu seseorang menemukan kebahagiaan dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Iapun secara otodidak mulai menyusun tipe-tipe kepribadian menurutnya, dengan mengobservasi keluarga dan orang-orang dekatnya. Salah satu objek pertamanya adalah anaknya sendiri, Isabel.

Ketika tahun 1923 ia membaca buku Carl Jung “Psychological Types” dan ternyata isinya mirip dengan kategorisasi yang ia susun (tapi jauh lebih dalam) , Katharine beralih mendalami teori Jung (bahkan terobsesi padanya). Ia mengembangkan teorinya The Personality Paint Box berdasarkan teori Jung, dan menulis artikel2 tentangnya di majalah.

Isabel, perempuan pintar dan aktif, setelah menikah dan punya anak, mengalami krisis yang sama dengan ibunya. Ia terjun ke dunia menulis, sempat naik daun sebagai penulis buku misteri, tapi akhirnya menekuni dan mengembangkan teori kepribadian ibunya.

Isabel belajar ilmu psikosometri secara otodidak ketika bekerja di konsultan Edward Hay & Associates yang menyediakan jasa aptitude test untuk perusahaan. Pada saat itu tes psikologi yang ada di pasaran digunakan untuk mengidentifikasi ‘pelamar kerja mana yang abnormal, sakit mental, antisosial’ sehingga perusahaan bisa menolaknya. MBTI bertujuan lain, ialah untuk menunjukkan tipe seperti apa orang-orang ini sehingga bisa ditemukan tempat/posisi kerja/karir yang tepat agar ybs bisa bekerja dengan baik dan bahagia.

Dari sini aplikasi tes MBTI mulai meluas dan digunakan beberapa perusahaan. Tahun 1960 Henry Chauncey dari lembaga testing ETS Princeton mengumpulkan berbagai tes kepribadian yang ada dan mengetes validitasnya. MBTI masuk daftar karena dianggap cukup simpel dan ‘useful’. Tetapi di sini pula MBTI akhirnya disisihkan karena dianggap tidak valid.

MBTI kemudian ‘diadopsi’ oleh Mary McCauley, dosen psikologi di University of Florida yang satu visi dengan Isabel dan bekerjasama membuat Center for the Application of Psychological Type (CAPT). Lepas dari ETS, MBTI lalu disebarkan oleh Consulting Psychologists Press (CPP) penerbit tes psikologi dari California, dan dari sini ia berkembang sangat populer hingga saat ini.

Meskipun dianggap tidak cukup valid secara akademik, MBTI dianggap sukses menjadi alat untuk membantu individu memahami diri, dan merasa nyaman dengan dirinya.
Tentu, manusia tidak bisa dibagi sekadar menjadi 16 tipe kepribadian yang rigid. Saya pikir tipe-tipe ini lebih seperti ‘comfort zone’ seseorang. Jadi, it’s okay menjadikan MBTI alat bantu memahami diri (dan orang lain), tapi tidak perlu menjadikan dia label yang dilekatkan pada diri terlalu erat dan dianggap menjadi identitas, seperti banyak yang terjadi saat ini. Manusia dan potensinya terlalu besar untuk dimasukkan ke dalam satu kotak kepribadian, dan keluar dari comfort zone itu baik untuk belajar dan berkembang, bukan?

Fun fact: MBTI awalnya bernama Briggs-Myers Type Indicator, tapi Henry Chauncey mengusulkan huruf BM ditukar menjadi MB karena BM sudah menjadi istilah sendiri di dunia kedokteran: Bowel Movement alias Buang Air Besar. Ini untuk menghindari tes tersebut dibuat lelucon.

Join Us

Book

O Latte

Follow IG untuk membaca review kami

Join Us on Spotify

Our Location

My Place

The place I like the most

Get Direction