Sesungguhnya manusia sangat tergantung pada alam, tapi sekarang sudah kehilangan rasa pertalian itu. Manusia sudah tercerabut dari akarnya, bumi.
What Has Nature Ever Done For Us: How Money Really Does Grow On Trees
Tony Juniper
Synergetic Press (2013)
309 hal
Tony Juniper CBE adalah aktivis lingkungan dari Inggris yang menghabiskan puluhan tahun hidupnya untuk kepentingan konservasi alam baik di Britania Raya maupun internasional, menjadi konsultan ekologi bagi banyak institusi dan perusahaan multinasional, termasuk menjadi penasihat badan amal Pangeran Charles bidang sustainability.
Ia juga menulis banyak buku tentang lingkungan, perubahan iklim, dan ornitologi.
Penampilan buku ini kurang meyakinkan, tadinya saya pikir isinya bakal gitu-gitu aja, tapi ternyata bagus banget. Dari buku-buku tentang alam yang pernah saya baca, buku ini memberi penjelasan paling padat dan komprehensif tentang keseimbangan alam dan hubungan antar unsurnya, dan ceritanya juga mengalir, tidak seperti textbook.
Dalam buku ini Juniper mencoba membuka mata pembaca tentang betapa besar ketergantungan kita terhadap alam, nilai ekonomi dari alam yang terjaga, dan kerugian finansial yang membebani dunia akibat ketidakpedulian kita terhadap alam.
Pada umumnya kita (baik manusianya secara pribadi maupun secara institusi pemerintah maupun perusahaan) melihat alam dan ekonomi/pembangunan sebagai sesuatu yang terpisah. Fokus ekonomi tertuju pada lapangan kerja, produk, uang, dan profit, alam sebagai ‘sumber daya’ di latar belakang saja. Yang tidak disadari oleh rata-rata kita adalah bahwa bumi ini bukan sekadar sumber daya yang bisa dieksploitasi. Planet Bumi adalah suatu sistem tertutup yang masing-masing unsurnya saling berkaitan dan saling membutuhkan agar sistemnya seimbang. Suatu sistem yang tidak seimbang pada akhirnya akan membawa bencana.
Buku ini dibuka dengan cerita tentang eksperimen Biosfer 2, sebuah simulasi ‘bumi’ skala kecil di mana 8 ilmuwan hidup di dalamnya selama 2 tahun dan harus berusaha survive dengan apa yang ada. Di dalamnya disediakan model bioma-bioma seperti laut, sungai, gunung, lahan pertanian, juga ‘kota’.
Kesimpulan dari eksperiment tsb antara lain adalah, perubahan sedikit saja dalam sistem tersebut bisa memberi efek besar bagi isinya, tetapi jika manusia bekerjasama berpikir mencari solusi dan menerapkannya, keseimbangan sistem bisa dikembalikan.
Buku ini terbagi menjadi 11 bab:
๐๐ง๐๐ข๐ฌ๐ฉ๐๐ง๐ฌ๐๐๐ฅ๐ ๐๐ข๐ซ๐ญ
tentang tanah, elemen yang sering terlupakan, padahal merupakan sumber kehidupan yang luar biasa penting (sampai ditempatkan Juniper di bab 1).
๐๐ข๐๐ ๐๐ซ๐จ๐ฆ ๐๐ข๐ ๐ก๐ญ
tentang bagaimana sinar matahari memungkinkan kehidupan ada di bumi.
๐๐๐จ-๐ข๐ง๐ง๐จ๐ฏ๐๐ญ๐ข๐จ๐ง
tentang bagaimana makhluk hidup berevolusi dan beradaptasi dengan lingkungan tempat tinggalnya, sehingga masing-masing area memiliki makhluk dengan fisiologi yang berbeda, yang juga bisa dipelajari dan dimanfaatkan oleh manusia. Keragaman ini penting bagi bumi sebagai caranya menjaga keseimbangan.
๐๐ก๐ ๐๐จ๐ฅ๐ฅ๐ข๐ง๐๐ญ๐จ๐ซ๐ฌ
nyambung dengan bab sebelumnya, flora dan fauna berevolusi secara lokal dan tidak bisa sembarangan ditempatkan di area baru. Diceritakan tentang awal mula perkembangan Selandia Baru sebagai bagian koloni kerajaan Inggris, di mana mereka mulai membuka lahan pertanian dan peternakan. Ternyata tanaman makanan ternak yang dibawa dari Inggris, membutuhkan lebah lokal Inggris juga, yang anatominya sudah berevolusi sehingga cocok untuk penyerbukan tanaman tsb. Baru setelah lebah Inggris diimpor ke sana, tanaman tersebut tumbuh subur.
๐๐ซ๐จ๐ฎ๐ง๐ ๐๐จ๐ง๐ญ๐ซ๐จ๐ฅ
tentang pengendalian hama dengan memanfaatkan spesies predator yang cocok. Diceritakan tentang hampir punahnya burung bangkai India. Ternyata ‘butterfly effect’ dari itu, tidak ada yang memakan bangkai ternak dengan cepat => anjing liar semakin banyak => rabies meluas => banyak korban, India harus mengeluarkan dana besar untuk mengatasinya. Padahal awalnya ‘cuma’ gara-gara pemakaian obat diclofenac pada ternak yang kemudian termakan para burung itu.
Konsekuensi yang tidak terbayangkan sebelumnya ya.
๐๐ข๐ช๐ฎ๐ข๐ ๐๐ฌ๐ฌ๐๐ญ๐ฌ
tentang air bersih, bagaimana alam menyediakan ‘layanan’ filtrasi air secara gratis melalui hutan, tanah subur, rawa, dan lahan basah, jika saja manusia mau menjaganya. Jauh lebih murah daripada membangun dan mengoperasikan fasilitas filtrasi air bersih secara mekanik.
๐๐ฎ๐ง๐ค๐๐ง ๐๐ข๐ฅ๐ฅ๐ข๐จ๐ง๐ฌ
tentang perikanan laut, bagaimana praktek penangkapan ikan yang tidak terencana mengakibatkan banyak kerusakan ekosistem dan merugikan.
๐๐๐๐๐ง ๐๐ฅ๐๐ง๐๐ญ
tentang kekayaan laut dan bagaimana kaitan eratnya dengan kehidupan di darat (manusia darat sering nggak kepikiran soal ini).
๐๐ง๐ฌ๐ฎ๐ซ๐๐ง๐๐
tentang pentingnya menjaga alam sebagai ‘tameng’ manusia menghadapi bencana. Dicontohkan kehancuran New Orleans akibat hurricane Katrina, salah satunya adalah karena hilangnya area rawa antara laut dengan darat, yang bisa membantu mengurangi banjir. Jika saja alam terjaga, kerugian akibat bencana bisa dikurangi.
๐๐๐ญ๐ฎ๐ซ๐๐ฅ ๐๐๐๐ฅ๐ญ๐ก ๐๐๐ซ๐ฏ๐ข๐๐
tentang manfaat alam untuk kesehatan. Menyediakan alam terbuka untuk aktivitas manusia seperti berolahraga atau sekadar menikmati udara segar, akan mengurangi beban biaya sistem kesehatan suatu negara.
๐
๐๐ฅ๐ฌ๐ ๐๐๐จ๐ง๐จ๐ฆ๐ฒ
tentang pentingnya mengubah cara pandang ekonomi yang hanya mencari profit jangka pendek, menjadi cara pandang jangka panjang yang di dalamnya mempertimbangkan aspek alam dalam hitung-hitungannya.
Jangan dikira apa yang dilakukan penduduk gunung tidak akan mempengaruhi kehidupan karang di laut, atau sebaliknya. Sedikit saja satu bagian alam berubah, akan ada konsekuensinya di bagian alam yang lain. Itulah kenapa pemerintah Norwegia membayar Indonesia dan Brazil milyaran dolar untuk menjaga hutannya, karena hutan-hutan ini penting untuk keseimbangan alam seluruh dunia, tidak cuma untuk daerahnya sendiri.
Di akhir buku Juniper menulis, “Kuncinya adalah kita harus menyadari bahwa alam tidaklah terpisah dari ekonomi. Kita harus mengubah cara kita ‘memperlakukan’nya, kalau mau.” Lalu dengan sarkastik ia menambahkan, “Atau kita bisa saja terus seperti ini. Memangnya, what has nature ever done for us?”
Baca buku ini jadi mikir, Nature has done so much, gratis pula, tapi kita membalasnya dengan abuse. Air susu dibalas air tuba banget ya. Dasar manusia, dikasih mandat jadi khalifah di bumi, malah merusak dan nggak tau berterimakasih.
Kalau kita sadar bahwa manusia adalah bagian dari alam, seharusnya kita semua otomatis adalah environmentalist. Bagaimanapun, planet Bumi satu-satunya tempat tinggal manusia. Kalau kita hancurkan, memangnya mau tinggal di mana?