Cart

Your Cart Is Empty

The Girl in His Shadow

The Girl in His Shadow

image

Author

Ani

Published

Februari 12, 2024

#tumbenbacafiksi

The Girl in His Shadow adalah fiksi sejarah yang ditulis Audrey Blake, yang ternyata adalah nama pena dari dua penulis: Regina Sirois dan Jaima Fixsen. Menarik juga baca gimana mereka berkolaborasi menulis novel ini. Risetnya juga nggak main-main, bertahun-tahun menelusuri jurnal-jurnal kedokteran jaman Victoria.

Novel ini bercerita tentang Nora Beady, perempuan brilyan yang diam-diam menekuni ilmu kedokteran dan bedah di bawah bimbingan Horace Croft, dokter bedah ternama di London, di era ketika perempuan tidak diijinkan melakukan banyak hal. Hanya lelaki yang boleh jadi dokter, perempuan paling jauh hanya menjadi perawat atau bidan.

Kalo situasinya begitu, kok dia bisa dibimbing drCroft? Karena drCroft adalah dokter nyentrik yang tidak begitu peduli ‘norma masyarakat’ yang berlaku saat itu. Bahwa dokter harus begini, bahwa perempuan harus begitu. Baginya menuntut ilmu & berinovasi sangat penting di dunia kedokteran, hal lain tidak terlalu penting.

Waktu kecil Nora diselamatkan drCroft dari wabah kolera yang merenggut nyawa keluarganya, dan dibawa tinggal di rumahnya yang merangkap klinik & ruang operasi pribadi. Nora tumbuh di tengah dunia kedokteran, termasuk bedah mayat. Gadis pintar & berkemauan keras, Nora belajar segala hal berkaitan dgn kedokteran dan pembedahan dari dr Croft, juga berkontribusi membuat ilustrasi anatomi.

Pas sekali saya juga sedang baca buku nonfiksi tentang scientific society di Inggris (tepatnya Cambridge) jaman Victoria. Bahkan salah satu tokohnya adalah keponakan astronom Caroline Herschel, salah satu ilmuwan perempuan yang menjadi inspirasi tokoh Nora.
Jadinya ada info-info yang nyambung. Misalnya waktu di novelnya Nora ditanya “Are you a scientist?” saya jadi langsung ngecek tahun berapa setting novelnya. 1845? Hmm, menurut buku yang satu lagi, kata ‘scientist’ baru diciptakan tahun 1833, dan tidak diterima secara luas sampai lewat 1900an. Jadi kurang akurat nih.

(Kok ya kebetulan banget saya lagi baca buku yang bikin aware sama ketidakakuratan ini. Hadeuh..)

Anyway, bukunya bagus kok, apalagi buat yang tertarik tema sains & kedokteran. Asal bisa nyuekin ketidakakuratan panggilan ‘scientist’ tadi hehehe.

Kalau menurut teman-teman, fiksi sejarah perlu akurat ngga?

Join Us

Book

O Latte

Follow IG untuk membaca review kami

Join Us on Spotify

Our Location

My Place

The place I like the most

Get Direction