Cart

Your Cart Is Empty

A Crack In Creation: Gene Editing and the Unthinkable Power to Control Evolution

A Crack In Creation: Gene Editing and the Unthinkable Power to Control Evolution

image

Author

Ani

Published

Februari 12, 2024

Saat ini manusia sudah menemukan teknologi gene editing yang presisi, dengan potensi luar biasa untuk mengarahkan evolusi kita sendiri. Dengan kemampuan sebesar itu, apa yang sebaiknya kita lakukan?

Jennifer Doudna, ilmuwan biokimia dari Berkeley, yang bersama Emmanuelle Charpentier dan tim mereka berhasil menemukan teknologi tersebut, menceritakan perjalanan penemuan mereka dalam buku ini.

A Crack In Creation: Gene Editing and the Unthinkable Power to Control Evolution

Jennifer Doudna, Samuel Sternberg
Houghton Mifflin Harcourt (2017)
301 hal

Di usia 12 tahun, Jennifer Doudna pertama kali tertarik akan dunia riset biokimia dari buku yang ditulis James Watson “The Double Helix”*. Puluhan tahun kemudian ia sendiri menggebrak dunia biokimia dengan penemuan teknologi CRISPR-Cas9.

Buku ini ditulisnya bersama koleganya Samuel Sternberg (tetapi mengambil sudut pandang Doudna), dan terbagi menjadi dua bagian besar.

Bagian I “The Tool” bercerita tentang bagaimana proses penemuan CRISPR-Cas9 sebagai bagian dari usaha panjang para ilmuwan memahami informasi genetik makhluk hidup.

Bagian ini formatnya kurang lebih sama dengan buku The Double Helix: diceritakan dari sudut pandang orang pertama yang melakukan penelitian. Tentang latar belakangnya (awalnya peneliti RNA), bagaimana ia pertama mengenal CRISPR, berbagai penelitian bidang itu, pertemuannya dengan Emmanuelle Charpentier, proses di laboratorium, sampai penemuan CRISPR-Cas9.
…dan seperti buku Double Helix…50% isinya istilah dan proses biokimia yang susah saya ikuti🤣, meskipun ada beberapa ilustrasi yang lumayan membantu memahami prosesnya. Anak biologi/kimia pasti lebih gampang nih bacanya.

Bagian II “The Task” bercerita tentang implikasi dari penemuan itu. Disebutkan berbagai riset lanjutan yang dilakukan banyak ilmuwan dengan menggunakan teknologi CRISPR, yang diterapkan pada berbagai organisme, serta potensinya yang luar biasa untuk berbagai bidang seperti agrikultur, kedokteran, dan kesehatan masyarakat (bagian ini mengingatkan saya sama buku “The Truth Machine”** tentang potensi luar biasar dari cryptocurrency).

Menyadari konsekwensi yang besar jika tidak ada arahan, Doudna yang selama ini lebih nyaman menjadi ilmuwan yang bekerja di lab, merasa perlu untuk maju ke depan publik mengangkat isu gene editing agar publik mendapat informasi yang transparan. Ia menginisiasi forum diskusi antar ilmuwan, laboratorium, dan publik terutama mengenai isu germline (sel reproduksi) editing. Menurut Doudna ilmuwan sangat perlu mengomunikasikan ilmunya kepada publik supaya mereka mendapatkan informasi yang benar, dan tidak gampang anti akan sesuatu yang baru padahal tidak tahu persis tentangnya (ia mencontohkan climate change deniers, antivax dan aktivis anti GMO)

Buat yang sudah baca buku The Code Breaker*** (yang lebih gampang dibaca, tapi juga lebih banyak dramanya), buku ini bicara lebih detail tentang teknologi CRISPRnya sendiri dengan berbagai potensinya, serta proses berpikir Doudna dan rasa tanggung jawabnya sebagai ilmuwan penemu teknologi yang begitu powerful.
Sangat menarik, dan menurut saya perlu dibaca siapa saja.

*Review The Double Helix
https://www.facebook.com/bookolatte/posts/pfbid02JsatouYpR3CB8QQLxoJrPKMg4E3rbEUKhefZs6YXYN1G2RwtGgMeSjEZke9yUEZ8l

**Review The Truth Machine
https://www.facebook.com/bookolatte/posts/pfbid02rnNMCX3RVd66FXFc9hZp7778yueduxUqa6RhLW6wrVVtcAgWpvrtCdrmhYqETkBDl

***Review The Code Breaker
https://www.facebook.com/bookolatte/posts/pfbid0G3mhWMz98b1irGtnyiGLtiuvpycDfm3mtN95wSMCvWo3b2oFRZfkcoZrXYeBSm64l

Join Us

Book

O Latte

Follow IG untuk membaca review kami

Join Us on Spotify

Our Location

My Place

The place I like the most

Get Direction