Bukti-bukti perubahan iklim sudah di depan mata. Sekarang waktunya mencari dan menerapkan solusi, dan menurut Saul Griffith, solusinya adalah electrify everything!
Electrify: An Optimist’s Playbook for Our Clean Energy Future
Saul Griffith
MIT Press (2021)
269 hal
Saul Griffith adalah seorang ilmuwan Australia-Amerika, insinyur dan inventor yang banyak berkecimpung di sektor energi, termasuk mendirikan beberapa start-up bidang energi terbarukan. Ia juga penerima ‘genius grant’ MacArthur Foundation, yang biasanya diberikan pada orang-orang yang karyanya dianggap ‘highly original’ di berbagai bidang.
(Oya, ternyata Saul Griffith ini juga co-founder Instructables, platform para makers. Kalau hafal karakter para ‘aktivis’ Instructables, bisa kebayang kalo dia ini orangnya banyak ide, senang bermain dengan ide-idenya, kreatif, senang ‘ngoprek’ dan eksperimen. Pantas dia inovator pendiri berbagai start-up).
Cocok dengan subjudulnya, buku ini memang ‘an optimist playbook’. Isinya visioner, rinci, jelas langkah-langkahnya, dan mengandung ‘yes we can’ mentality.
Griffith berargumen bahwa jalan tercepat ‘membersihkan’ sektor energi dan mengatasi perubahan iklim tanpa mengorbankan gaya hidup, adalah dengan elektrifikasi di segala bidang, dengan transformasi infrastruktur (individual dan kolektif). Ia menjelaskan dengan data yang rinci, besar supply dan demand energi saat ini (fokusnya di Amerika) yang masih menggunakan bahan bakar fosil, dan apa saja yang dibutuhkan untuk mengganti semuanya menjadi bahan bakar non fosil seperti matahari dan angin.
Menurutnya, Amerika sebetulnya sudah punya bahan-bahannya kalau mau mengganti sumber energi, tapi halangan terbesarnya adalah “inertia and the stubborn insistence on the current way of doing things”, orang-orangnya yang nggak mau berubah. (Ketidakmauan ini disponsori oleh para penguasa sektor minyak & batu bara, tapi itu nanti dibahas di buku lain ya, yang kebetulan sedang saya baca, The New Climate War dari pakar iklim Michael E. Mann).
Griffith bahkan merinci bagaimana Amerika bisa melakukan dan membiayai perubahan besar-besaran ini, dengan mengambil preseden upaya Amerika mengerahkan seluruh tenaga fisik dan pikiran di masa pemerintahan FD Roosevelt, melalui program-program New Deal (program serupa diusulkan jaman Obama dan sekarang Joe Biden, namun banyak ditentang oleh Republikan. Bisa google Green New Deal). Menurutnya, perubahan besar memang butuh biaya besar di awalnya, tapi melalui elektrifikasi sektor energi ke depannya biaya akan sangat murah , it would be ‘too cheap to meter’. Dan para pekerja sektor minyak dan batu bara, jangan khawatir, katanya. Pindah ke energi terbarukan akan membuka jutaan lowongan kerja. Perlu transisi, tapi lahan kerja akan ada.
Bagaimana dengan individu? Di akhir buku bahkan Griffith merinci apa yang bisa dilakukan oleh individu di berbagai bidang. Contoh:
– kalau kamu petani, ini kesempatan untuk mengubah cara bertani (regenerative culture, carbon capture in soil)
– kalau kamu investor, invest di perusahaan yang berusaha menuju carbon-free future.
– kalau kamu ahli listrik, siap-siap sibuk, latih dan ajari banyak orang tentang kelistrikan.
– kalau kamu arsitek, buatlah rancangan yang mempertimbangkan perubahan iklim.
– dll.
Intinya, menurut Griffith, Amerika bisa kok melakukannya. Bahannya ada, caranya seperti ini nih. Tapi kita harus melakukannya bersama-sama dalam skala besar.
“It will take all of us” tutupnya