Keberadaan buku-buku ilmiah populer di tanah air benar-benar seperti ayam dan telur. Jika buku ilmiah populer diterbitkan, siapa yang bersedia membeli dan membacanya? Masyarakat kita sudah biasa dimanja dengan buku-buku konspirasi dan pseudo sains daripada buku ilmiah serius, walaupun ditulis secara populer. Tapi jika dibiarkan terus, sampai kapan masyarakat kita dalam keadaan asing dengan sains? Padahal kita tahu, kurangnya kepercayaan pada sains benar-benar bisa membuat nyawa melayang, contohnya dalam kondisi pandemi Covid sekarang ini.
Belakangan buku ilmiah populer mulai diusahakan terbit di Indonesia, walaupun masih berupa terjemahan. Kapan para ilmuwan Indonesia mau mulai menulis ilmunya dalam bentuk populer, sebagai bagian dari tanggungjawabnya mencerahkan masyarakat?
Foto adalah ilustrasi buku ilmiah populer dari penulis asing, semuanya menceritakan mengenai bidang keahlian masing-masing dengan bahasa yang bisa dipahami orang awam. Tapi, bahkan melihat ketebalan bukunya saja, mungkin orang awam sudah alergi. Entahlah sampai kapan persoalan ayam dan telur ini akan teratasi….