Cart

Your Cart Is Empty

Membaca Pikiran Tuhan

Membaca Pikiran Tuhan

image

Author

Ani

Published

Februari 3, 2024

*Bisakah akal manusia memahami Tuhan? Dengan cara apa?*

Membaca Pikiran Tuhan
(The Mind of God)
Paul Davies
Edisi bahasa Indonesia diterbitkan oleh Pustaka Pelajar, 2012

‘Kalau beragama jangan pakai akal, ntar malah kafir karena akalnya ga nyampe!’
Buatku, orang yg bicara begitu sama dengan orang yang ga pernah pegang uang trus bilang ‘Harta itu ga penting, ga jamin bakal bahagia dunia akherat!’
Dua2nya menunjukkan kalau yang ngomong belum pernah pake akal sampai mentok ataupun pegang cukup duit buat beliin temannya mobil sebiji dua biji gitu deh 😁. Belum pernah usaha, tapi sudah menyerah duluan.

Buku ini adalah contoh jelas dari ‘menggunakan akal sampai mentok’. Benar2 sampe ujung. Lalu apa kesimpulannya tentang Tuhan? Baca sendiri ya 😁

Buku ini menyelidiki kemungkinan adanya Tuhan secara sistematis. Sangat sistematis. Berdasar penemuan sains terkini, logika, imajinasi, ilham, serta pemburuan atas keindahan (kata siapa sains tidak berurusan dengan imajinasi, ilham, dan keindahan? Silahkan baca bab tentang bagaimana para ilmuwan menemukan terobosan2 penting dalam merumuskan hukum alam hanya gara-gara nemu persamaan matematika yang elegan), Paul Davies mendiskusikan segala jalan yang bisa digunakan untuk menuju Tuhan. Tentu saja, Tuhan yang dia kejar bukan Tuhan yang didefinisikan di kitab suci, bukan Tuhan personal yang kata2Nya diabadikan di kitab suci. Tapi Tuhan Yang Maha Pencipta, Maha Besar, Maha Halus, Maha Pembentuk, Maha Pengatur, Maha Pemelihara, yang selalu dicari oleh para filsuf dan ilmuwan sepanjang masa. Apakah pada akhirnya Tuhan ini dan Tuhan kitab adalah satu entitas yang sama atau beda, tentu terserah pada tafsiran masing-masing.

Untuk upaya ini, Paul Davies menggunakan fisika, matematika, dan akhirnya metafisika dan metamatematika. Pertanyaannya bukan lagi mengapa alam semesta berisikan sedemikian banyak ‘kebetulan’ sempurna yang membuatnya ada, tapi kenapa kita, manusia, bisa menemukan semua itu? Kenapa alam ini sedemikian cocok untuk kita? Untuk apa?

Maka segala teori fisika kuantum, logika matematika, teori asal-usul semesta, dijembreng di buku ini, dibahas satu2. Segala teori ketuhanan yang ada di sejarah filsafat dikonfrontir, lalu diambil kesimpulannya. Mana yang tertolak? Mana yang masih bisa dikembangkan?

Sungguh upaya pencarian yang luar biasa. Harus aku bilang, bahwa aku merasa jauh lebih religius baca buku ini dibanding baca buku pelajaran agama. Mencoba menatap langsung ‘pada mata Sang Pencipta’, apa yang lebih menggetarkan dari itu?

Satu hal yang aku sayangkan, adalah dikotomi sains dan agama sudah sedemikian parahnya. Sehingga mereka yang bergelut dalam sains sudah dalam taraf menolak ide apapun yang datang dari agama. Begitu pula sebaliknya. Padahal, seperti yang ditunjukkan di buku ini, kita semua sama-sama manusia yang tercekam oleh misteri besar. Bedanya, yang sebagian dengan cepat menyerah pada pencarian adanya Tuhan, lalu merasa puas dengan dogma. Sedangkan sebagian lagi begitu keras kepala, tak mau mengakui adanya ‘tanda tangan Tuhan’ yang ditemukan di mana-mana.

Tapi mungkin memang kedua kutub ini bukan untuk didamaikan. Kalau udah sepakat, ntar bumi jadi surga. Tapi ngebosenin 😁

Kekurangan buku ini adalah, di beberapa bagian, Paul Davies seolah-olah bicara dengan rekanan yang sudah tahu sama tahu tentang anekdot yang dia pilih. Sedangkan kita sebagai pembaca, apalagi pembaca edisi Indonesia, tidak paham sebenarnya dia sedang bercanda, ataukah sedang satir, atau sedang serius. Jadi ada beberapa paragraf yang rasanya ‘bolong’. Tapi selain itu, tidak ada masalah untuk paham buku ini, walaupun tentu saja, pembaca yang punya pengetahuan dasar tentang sains dan filsafat pasti lebih cepat mengerti apa yang dia maksudkan.

Selamat membaca 😊

Join Us

Book

O Latte

Follow IG untuk membaca review kami

Join Us on Spotify

Our Location

My Place

The place I like the most

Get Direction