Merintis “Perpustakaan” Ilmiah Populer
Follower Book-o-latte sudah mafhum mungkin ya, dengan keinginan kami (Ani & Dydy) mempopulerkan buku-buku ilmiah berkualitas melalui review dengan bahasa yang mudah dipahami. Tujuannya supaya teman-teman di Indonesia semakin tahu bahwa buku ilmiah itu meskipun serius tapi nggak selalu ‘dingin’ dan membosankan, melainkan bisa juga seru dan mengasyikkan, tergantung penyampaiannya.
Dari pengalaman pribadi saya (Dydy) yang mendapat berbagai ilmu dari buku-buku berkualitas yang tersedia gratis dari perpustakaan yang mudah diakses publik, kami menyadari bahwa AKSES adalah nomor satu. Mana mungkin publik tahu buku-buku ilmiah populer bisa seru kalau TIDAK PUNYA AKSES ke buku-buku semacam itu.
Kami bermimpi bikin semacam ‘book cafe’ atau perpustakaan yang buku-bukunya khusus buku-buku ilmiah populer, di mana pengunjung bisa santai makan-minum sambil baca buku berkualitas. Sesuai dengan tagline Book-o-latte: “Tempat ngemil buku dan nyeruput ilmu”. Sayangnya, kafenya nggak punya hehehe.
Beruntung kami punya teman di Bandung yang baru buka warung dekat kampus kami dulu. Buat saya pribadi malah ini tempat bersejarah: tempat nginap, tempat ngerjain tugas kuliah, tempat belajar kalau mau ujian Kalkulus, dll. Dan kalau nginap di sana selalu dimasakin nasi goreng enak.
“Dapur Ceu Ita” di Cisitu Baru 46, tempatnya sederhana saja, menunya macam-macam nasi goreng, snack khas Bandung cireng dan ulen. Cocok dengan spirit Bookolatte, di mana kedua adminnya ibu-ibu rumah tangga yang suka diskusi topik-topik ilmiah sambil makan kwaci dan gorengan di dapur masing-masing. Ya, diskusi akademik tidak selalu harus di kampus atau tempat elit.
Socrates saja dulu diskusi filsafat di pasar, kan?
Kami minta ijin mulai menitipkan buku di sana. Satu saja dulu, sebagai ‘bibit’ yang ditanam. InsyaAllah dicicil sedikit-sedikit supaya lama-lama jadi perpustakaan ilmiah populer beneran, yang isinya dipilih secara hati-hati oleh kami sendiri.
Buku pertama yang kami simpan di sana adalah Life’s Edge: The Search for What It Means to Be Alive dari Carl Zimmer, penulis sains peraih banyak penghargaan di bidang jurnalistik sains dan komunikasi sains. Buku ini berisi investigasi Zimmer mengeksplorasi bagaimana sains berusaha menjawab pertanyaan “What is life?”.
Yang mau membacanya, silakan dibaca di tempat di Dapur Ceu Ita, jl. Cisitu Baru no. 46, sambil menikmati macam-macam nasi goreng, ulen crispy, atau cireng isi ayam pedas.
Instagram: @dapur.ceuita