Cart

Your Cart Is Empty

Quantum Enigma: Physics Encounters Consciousness

Quantum Enigma: Physics Encounters Consciousness

image

Author

Ani

Published

Februari 3, 2024

Quantum Enigma: Physics Encounters Consciousness Quantum Enigma: Physics Encounters Consciousness

Bruce Rosenblum and Fred Kuttner
Oxford University Press (2006)
217 hal

Buku ini buku ilmiah populer tentang fisika kuantum yang pertama saya baca, 5 tahun yang lalu. Cocok lah, soalnya buku ini ditulis oleh fisikawan TAPI ia mengajar fisika kuantum untuk mahasiswa liberal arts, jadi bahasanya awam, banyak pakai analogi, sama sekali nggak teknikal. Kalaupun ada yang teknikal, katanya ‘skip aja’. Benar-benar cocok untuk yang sangat awam seperti saya.

Waktu itu saya bacanya bengong, “Ini buku fisika kan? Yang nulis profesor fisika kan? Ngebahas fisika kuantum yang secara eksperimental selalu cocok dengan prediksi/teori? Tapi kenapa kok kayak ngomongin magic? Kenapa kayak kalau sufi atau mystic yang ngomong?
Bahwa dunia yang kita bilang ‘real’ dan ‘make sense’ ini ternyata ‘unreal’ dan ‘unreasonable’, bahwa kita ini tidak terpisah-pisah?”
Mendekati akhir buku bahkan penulis juga berhati-hati nggak menyebut ‘real world’ lagi, melainkan ‘actual world’.
Memang fisika kuantum itu buat para fisikawan juga sulit diterima, tapi karena secara eksperimen selalu terbukti cocok, meskipun bertentangan dengan intuisi, ya diterima.

Buku ini bagus untuk orang awam yang ingin mengerti keanehan dunia kuantum, sejarah perkembangan fisika (jadi kelihatan perubahan cara pandang manusia tentang alam) yang dijelaskan dengan bahasa sederhana. Penulisnya profesor-profesor fisika yang menganut pandangan bahwa fisikawan tidak boleh lari dari ‘keanehan’ konsekuensi dari kuantum. Jangan berhenti di FAPP (For All Practical Purposes) dan menyimpan enigma ini di lemari.

Justru menurutnya, fisikawan sebagai orang-orang yang relatif lebih mengerti soal kuantum, harus keluar dan berbicara tentang ini lebih banyak, supaya area ini tidak dibajak oleh mereka yang lebih tidak mengerti lagi –> malah jadi pseudoscience, cocoklogi yang bombastis dll.
(Nah, dalam hal ini penulis satu aliran dengan Sean Carroll, pakar fisika kuantum saat ini. Silakan baca review bukunya “Something Deeply Hidden” yang pernah saya posting di sini).

Di akhirnya, penulisnya mengajak kita mengakui keanehan kuantum yang menantang cara pandang standar Newtonian. Karena tidak bisa dipungkiri bahwa segala yang ada di alam semesta ini terdiri dari atom-atom, maka dunia kita adalah juga dunia kuantum. Meskipun ‘aneh’ dan ‘nggak masuk akal’, tapi telanlah dulu sambil terus mencari. Mungkin ‘masuk akal’ itu terlalu overrated.

“Nature is telling us something, and we should listen”

Penulisnya bijaksana. Kesimpulannya humble, mengakui bahwa masih banyak yang tidak diketahui manusia. Jadi, jangan sok tahu ya.

Join Us

Book

O Latte

Follow IG untuk membaca review kami

Join Us on Spotify

Our Location

My Place

The place I like the most

Get Direction