Cart

Your Cart Is Empty

The Joy of X:  A Guided Tour of Math, from One to Infinity

The Joy of X: A Guided Tour of Math, from One to Infinity

image

Author

Ani

Published

Februari 3, 2024

The Joy of X: A Guided Tour of Math, from One to Infinity

Steven Strogatz
Mariner Books (2013)
336 hal

“π˜”π˜’π˜΅π˜© π˜ͺ𝘴 𝘦𝘷𝘦𝘳𝘺𝘸𝘩𝘦𝘳𝘦, π˜ͺ𝘧 𝘺𝘰𝘢 𝘬𝘯𝘰𝘸 𝘸𝘩𝘦𝘳𝘦 𝘡𝘰 𝘭𝘰𝘰𝘬”

Steven Strogatz adalah profesor matematika terapan di Cornell University dan kolumnis di New York Times.

Buku ini mulanya ditulis Steven Strogatz di tahun 2010 sebagai rangkaian artikel matematika populer di suratkabar New York Times. Di awal buku dia bercerita tentang temannya, seorang seniman. Setiap mereka bertemu, temannya ini selalu ingin ngobrol tentang hal-hal terbaru bidang sains, entah evolusi atau mekanika kuantum. Tapi waktu menyentuh topik matematika, dia mengeluh. Katanya, dia nggak pernah bisa mengerti matematika karena penuh dengan simbol-simbol aneh yang dia bahkan tidak tahu bagaimana menyebutnya! Yang juga sering jadi pertanyaannya adalah, “Matematikawan itu ngapain aja sih? Dan apa yang dimaksud ‘bukti yang elegan’ di matematika?”

Lewat buku ini, Strogatz berusaha menjelaskan elemen-elemen matematika, “Dari mulai level TK sampai universitas”, supaya awam bisa lebih punya gambaran tentang apa itu matematika, dan “mengapa matematika begitu mengasyikkan untuk mereka yang mengerti.”

Buku ini terbagi 6 bagian : Numbers, Relationships, Shapes, Change, Data, dan Frontiers.

Numbers membahas matematika jaman TK dan SD: aritmetika, tentang angka dan bilangan dan bagaimana mereka sangat efektif menggambarkan dunia.
Relationships menerangkan hubungan antar angka, dan generalisasi dari angka menjadi simbol. Ini adalah inti aljabar, yang menjadi alat untuk menjelaskan bagaimana satu hal mempengaruhi hal lainnya melalui sebab akibat, supply & demand, dll.
Shapes membahas bentuk dan ruang, yang di matematika dipelajari dalam geometri dan trigonometri, memunculkan matematika secara visual, juga bermain dengan logika dan pembuktian.
Change membahas kalkulus, cabang matematika yang berurusan dengan perubahan yang kontinu, dan sangat berkaitan dengan konsep tak terbatas (infinity). Dengan memanfaatkan infinity, kalkulus berhasil menjawab berbagai problem yang tak terpecahkan sebelumnya.
Data membahas probabilitas dan statistik.
Frontiers membahas beberapa konsep matematika ‘mainan para matematikawan’ yang menarik seperti bilangan prima, group theory, Moebius strip, Hilbert hotel, dll.

Bagi saya yang kehilangan kepercayaan diri pada kemampuan bermatematik sejak SMA karena nilai matematiknya jelek melulu, buku ini seperti ‘angin segar’ yang berhasil membuat penasaran lagi tentang “apa itu matematika”. Bahasanya santai menjelaskan dengan contoh-contoh sehari-hari.

Banyak isinya yang memunculkan ‘aha moment’ buat saya seperti:

– “Wah ternyata cahaya pun pakai kalkulus untuk menemukan jalan terbaik”

>> “The eerie point is that light behaves as if it were considering all possible paths and then taking the best one. Nature…somehow knows calculus”

– paralelnya dengan spiritualitas atau perjalanan mencari kebenaran, bahwa untuk mencapai jawaban/”kebenaran” (relatif) yang sama, bisa melalui banyak jalan. Hanya saja, kadang ada jalan yang lebih elegan dibanding jalan lain. (Ini ‘aha moment’ yang didapat waktu Strogatz menjelaskan pembuktian teori Phytagoras. Dia memberi dua pembuktian, tapi katanya yang satu lebih elegan dari yang lain karena ‘mencerahkan/illuminates’).

>>”In mathematics our freedom lies in the questions we ask — and in how we pursue them — but not in the answer awaiting us.”

Buat yang bertanya2 apa gunanya persamaan kuadrat, logaritma, trigonometri, ini, itu, silakan dibaca deh ya.

Join Us

Book

O Latte

Follow IG untuk membaca review kami

Join Us on Spotify

Our Location

My Place

The place I like the most

Get Direction