Kemarin baca berita bahwa AS sedang mempertimbangkan mengeluarkan ‘digital dollar’ untuk memudahkan transaksi finansial di era digital seperti sekarang. China sedang mencobanya, India menyusul.
Kebetulan sekali minggu lalu baru pinjam buku ini, tentang perubahan besar dalam sektor finansial melalui inovasi-inovasi teknologi di era digital (fintech: financial technology).
The Money Hackers: How A Group of Misfits Took on Wall Street and Changed Finance Forever
Daniel P. Simon
HarperCollins Leadership (2020)
256 hal
Daniel Simon adalah penulis dan pakar komunikasi finansial yang mengamati perkembangan fintech dari awal. Membaca buku ini langsung terpikir “Orang ini beneran paham seluk beluknya”, karena dia bisa menjelaskan konsep-konsep dunia finansial dengan bahasa yang sangat mudah dimengerti. So simple, bahkan saya yang sangat awam (dan agak alergi dengan topik ekonomi) bisa menangkapnya.
Buku ini enak sekali dibaca. Dibuka dengan ilustrasi timeline perubahan fintech sejak kemunculan Amazon e-commerce tahun 1994, jadi bisa lebih mengerti kejadian-kejadian yang diceritakan di bab-bab selanjutnya seperti krisis ekonomi 2008. Lalu Simon juga menggunakan analogi-analogi untuk menjelaskan konsep tertentu, misalnya dengan menceritakan tokoh bankir George Bailey di film It’s A Wonderful Life untuk menjelaskan proses perbankan. Atau ketika menjelaskan mengapa layanan WorldRemit perlu mengurus lisensi di 30 negara sebelum meluncurkan produknya, itu seperti membangun rel dulu sebelum kereta bisa dijalankan.
Produk-produk fintech pendobrak sistem finansial tradisional yang dibahas di buku ini antara lain Venmo (mobile transfer); Braintree (plug & play shopping cart); Yodlee (banking API); LendingClub, Kabbage (peer-to-peer lending); CreditKarma (credit monitoring); Mint, Clarity Money (personal finance management); Betterment, Acorn (small scale stock investment); GreenDot (mobile bank); M-Pesa, WorldRemit (overseas transfer); Bitcoin, Ethereum (blockchain, cryptocurrency).
Inovasi-inovasi ini membongkar model layanan perbankan tradisional dan memotongnya menjadi bagian-bagian kecil yang lebih mudah (dan murah) dijangkau publik.
Dari semua yang diceritakan di sini, ada beberapa hal yang menarik:
1. Para inovator fintech ini rata-rata diawali oleh niat memudahkan konsumen, terutama mereka yang tidak punya banyak uang. Disrupsi para inovator ini menjadikan sistem finansial lebih demokratis, tidak dikuasai bank-bank raksasa dan orang-orang kaya, serta membebaskan publik dari biaya layanan yang tinggi.
2. Mereka yang datang dari luar sistem, bisa melihat problem dari sudut pandang berbeda yang tidak terlihat dari dalam sistem.
Era digital tidak bisa dibendung, teknologi akan semakin maju, semakin banyak inovasi yang akan muncul. Mereka yang kepala batu dan tidak mau berubah akan tertinggal dengan sendirinya. Model perbankan tradisional harus siap berubah jika tidak mau menjadi barang usang di masa depan.
Sekali lagi, buku ini enak sekali dibaca, betah bacanya berjam-jam sampai selesai in one sitting.