Cart

Your Cart Is Empty

What The Future Looks Like: Scientists Predict the Next Great Discoveries and Reveal How Today’s Breakthroughs Are Already Shaping Our World

What The Future Looks Like: Scientists Predict the Next Great Discoveries and Reveal How Today’s Breakthroughs Are Already Shaping Our World

image

Author

Ani

Published

Februari 17, 2024

Kita tidak dapat meramal masa depan, tetapi tentu kadang kita bisa cukup yakin tentang hal-hal yang akan terjadi di masa depan, seperti ‘matahari akan terus bersinar sampai beberapa miliar tahun ke depan’, atau ‘Bumi akan terus berputar’, dan ‘manusia akan menua’.

Futurologi adalah ilmu yang berusaha memprediksi masa depan berdasarkan pemahaman ilmu pengetahuan yang dimiliki saat ini. Dan buku ini mencoba menguraikan bagaimana prediksi beberapa ilmuwan mengenai masa depan manusia dan planet Bumi.

What The Future Looks Like: Scientists Predict the Next Great Discoveries and Reveal How Today’s Breakthroughs Are Already Shaping Our World

Jim Al-Khalili (editor)
The Experiment (2018)
240 hal

Jim Al-Khalili adalah fisikawan Inggris yang aktif mempopulerkan sains melalui berbagai media. Dua buku terakhirnya “The World According to Physics” (2020) dan “The Joy of Science” (2022) pernah saya review tahun lalu. Kali ini ia bertindak sebagai editor kumpulan esai futurologi yang ditulis oleh para ilmuwan dan jurnalis sains (rata-rata dari Inggris) di bidang-bidang keahlian yang bersangkutan.

Buku ini terbagi menjadi 5 bagian besar dengan tema berbeda, yang masing-masing berisi 3 – 4 esai 10-12 halaman:
The Future of Our Planet berbicara tentang demografi, konservasi, dan perubahan iklim.
The Future of Us membahas dunia medis, genetika, dan transhumanisme.
The Future Online mengulas tentang artificial intelligence, quantum computing, dan Internet.
Making the Future membahas engineering, transportasi, dan energi.
The Far Future berbicara tentang time travel, apocalypse, dan living in space.

Meskipun terhitung buku yang masih agak baru (aslinya diterbitkan tahun 2017 di Inggris) tapi beberapa topik sudah terasa ketinggalan jaman, karena dunia saintek dalam 6 tahun sudah maju cepat (Jadi pelajaran nih buat penerbit Indonesia, kalau mau menerbitkan buku saintek jangan yang lama-lama, keburu kadaluarsa!). Hal ini sangat terasa terutama dalam topik medis di mana penulisnya, Adam Kucharski yang spesialisasinya tentang wabah penyakit menular, menulis tentang bagaimana menghadapi pandemi masa depan. Di situ bahasannya SARS, swine flu, dan Ebola. Pasca COVID-19 jadi terasa ketinggalan jaman deh. Begitu juga topik AI dan quantum computing yang saat ini sudah banyak kemajuan.

Bahasan perubahan iklim yang ditulis pakar iklim Julia Slingo beda lagi: membacanya saya malah mikir ‘selama 6 tahun ini kok nggak ada kemajuan’. Kalau yang mengikuti perpolitikan Amerika bisa paham, karena selama pemerintahan Donald Trump, yang climate denier itu, kebijakan-kebijakan lingkungan hidup memang mundur jauh (udah gitu sekarang dia maju nyapres lagi! omg).

Di buku ini ada beberapa yang saya anggap menarik:
– bahasan konservasi yang ditulis Gaia Vince. Bukan karena futuristik, melainkan karena tulisannya indah. Dia menulis tentang konservasi penyu di Costa Rica, yang dibawakan melalui storytelling yang menyentuh emosi.
– Beberapa esai membahas hal-hal yang sama karena memang sangat berkaitan, seperti misalnya bahasan AI, Internet of Things, dan Robotics.
– saya menemukan dua esai dengan pernyataan yang saling bertolak belakang. Lewis Dartnell yang menulis esai Apocalypse bilang “dulu Internet dikembangkan sebagai jaringan komunikasi militer yang kuat kalau-kalau terjadi perang nuklir”, eh di esai lain Alan Woodward pakar cybersecurity menulis “bertolak belakang dengan mitos yang beredar, Internet tidak dibuat sebagai jaringan untuk bertahan dalam perang nuklir, melainkan untuk memudahkan ilmuwan berbagi informasi.”
– topik Smart Materials yang ditulis oleh ilmuwan material Anna Ploszajski yang bercerita tentang kemajuan-kemajuan ilmu material dan bagaimana penerapannya di berbagai bidang. Misalnya penggunaan bahan bangunan yang bisa self-healing, bahan pakaian yang bisa beradaptasi dengan perubahan suhu
– topik Interstellar Travel and Colonizing the Solar System yang ditulis oleh Louisa Preston pakar astrobiologi, tentang masa depan perjalanan luar angkasa dan masalah-masalah yang harus dihadapi untuk mencapainya. Hal-hal yang dibahas di sini juga pernah dibahas di buku “Out There” yang pernah saya baca.

Untuk yang senang membaca topik-topik ilmiah populer, buku berupa kumpulan esai seperti ini adalah pilihan menarik, karena bisa membuka wawasan beberapa bidang sekaligus dan memicu keingintahuan untuk menggali lebih dalam. Bisa tuh, dicontoh oleh ilmuwan-ilmuwan Indonesia, kolaborasi menulis antologi esai ilmiah populer.

===

Terkait:
Review buku-buku Jim Al-Khalili
https://www.facebook.com/bookolatte/posts/pfbid02w8gFRg6BvRqrJ5oaRSrqsm8t5C941cGsyPTZ6XJWgfBgkRs7xNxBiRqyrxQ3wm1nl

Review buku Out There
https://www.facebook.com/bookolatte/posts/pfbid0zyuPM9fgwP1Q26BY4mYtTk3RmG5YPgmS8t1g16sXPPrc1ewwgHUfSiPNJXvmDki1l

Join Us

Book

O Latte

Follow IG untuk membaca review kami

Join Us on Spotify

Our Location

My Place

The place I like the most

Get Direction