*Sebelum menerima argumen kalangan New Atheis, bacalah buku ini!*
Why Science Does Not Disprove God
Amir D. Aczel
Penerbit: William Morrow, 2014
Di buku ini, Amir Aczel berupaya mempertahankan integritas sains dari orang2 New Atheis yg gemar mencocoklogikan sains dalam argumen mereka. Aczel membahas berbagai bidang sains mulai dari fisika kuantum, teori evolusi biologi, sampai konsep matematika infinity, untuk menunjukkan bahwa sains tidak bisa digunakan sebagai dasar untuk membuktikan ketiadaan Tuhan. Kenapa? Sederhana saja, karena banyak hal yang tidak bisa dijawab oleh sains.
Sains, misalnya, tidak tahu apa yang menyebabkan Big Bang, ataupun apa yg ada sebelum Big Bang terjadi. Sains juga tidak bisa menjelaskan kenapa sesaat setelah Big Bang, quarks atom memilih untuk berkumpul tiga2 untuk membentuk inti atom, bukannya mengikuti prinsip simetri universal dua2. Dan kok kebetulan sekali formasi tiga2 ini memungkinkan terjadinya reaksi antar partikel atom yang membuatnya stabil. Lalu kenapa gaya gravitasi, gaya elektromagnetis, gaya nuklir kuat dan lemah yg ada di inti atom, pas banget perbandingannya sehingga mendukung terbentuknya alam semesta seperti sekarang, dan kalau perimbangannya meleset, alam semesta bakalan ‘runtuh’?
Keberadaan manusia di planet bumi juga membingungkan. Kenapa planet ini pas berada di area goldilocks, pas hangat dan pas dinginnya, sehingga kehidupan bisa berkembang di sini? Lalu dari mana datangnya kehidupan? Mahluk hidup adalah sesuatu yang menentang hukum termodinamika tentang entropi. Segala sesuatu harusnya meluruh hancur. Tapi mahluk hidup tumbuh dan menyembuhkan jasadnya sendiri. Barulah setelah kehidupan meninggalkan tubuhnya, hukum termodinamika itu kembali berlaku.
Sejarah perkembangan manusia pun memiliki kebetulan2 yang sulit dijelaskan. Apa yg menyebabkan mutasi DNA pada homo sapiens sehingga punya kemampuan bahasa yg kompleks? Kenapa manusia bisa menambah keahlian tanpa mengubah DNAnya, tidak seperti binatang? Kenapa sel punca yang seragam tiba2 ‘memilih’ menjadi organ tubuh yang berbeda2? Kenapa tiba2 suatu spesies gandum bermutasi sehingga cocok untuk mendorong terjadinya revolusi agrikultur?
Pendeknya, jika semua hal ini adalah kebetulan, maka probabilitasnya luar biasa kecil. Setiap kebetulan yg terjadi sudah memiliki kemungkinan sangaaattt keciiiilll, apalagi jika kebetulannya berjejer terus menerus. Bahkan teori multiverse juga tak memberi jawaban memuaskan mengapa semua kebetulan ini terjadi di alam semesta YANG INI, bukan di alam semesta yang lain.
Karena itulah, Aczel menegaskan bahwa sains tidak bisa digunakan untuk membuktikan bahwa Tuhan tidak ada. Sebaliknya, sains juga tidak bisa digunakan untuk membuktikan Tuhan ada. Persoalan itu tidak bisa dijawab dengan sains. Sains hanya bisa menjelaskan misteri alam semesta lewat hal2 yang bisa diukur. Bagaimana kita bisa mengukur Tuhan? Biarlah Tuhan tetap jadi misteri yang mempesona dan mengilhami manusia sejak dulu kala, tanpa mengurangi kebesaranNya dengan definisi sains yang terbatas…