Pernah membaca makalah ilmiah? Bagaimana rasanya? Pusing? Begitu yang dirasakan murid-murid Anne Greene, seorang pengajar penulisan ilmiah di jurusan biologi. “Bikin ngantuk,” ujar seorang mahasiswanya. “Harus baca berkali-kali baru ngerti,” timpal temannya. “Ngerasa bodo banget bacanya karena nggak ngerti-ngerti,” keluh yang lain.
Ternyata bukan hanya mahasiswa S1 yang kesulitan membaca makalah ilmiah. Mahasiswa S2, S3, postdoc, bahkan ilmuwan profesional, sering juga berada dalam situasi yang sama. Mengapa ini terjadi? Ini orang-orang yang berpendidikan tinggi lho, tapi kok kesulitan memahaminya? Menurut Greene, masalahnya adalah karena rata-rata makalah ilmiah tidak ditulis dengan baik, sehingga sulit dipahami.
Writing Science in Plain English
Anne E. Greene
The University of Chicago Press (2013)
124 hal
Anne E. Greene adalah dosen biologi di University of Montana, yang juga mengajar scientific writing di jurusannya.
Menurut Greene di buku ini, banyak editor jurnal ilmiah dan juga ilmuwan senior yang mengeluhkan masalah tulisan ilmiah di jurnal akademik yang dirasa semakin sulit dipahami. Menurut banyak ilmuwan, makalah-makalah ini sulit dibaca, tidak jelas, dan ambigu.
Meskipun secara jumlah semakin naik, kualitas penulisan makalah tidak ikut naik. Banyak jurnal dipenuhi tulisan-tulisan yang berbelit-belit, penuh jargon, dan membingungkan pembacanya.
Hal ini menjadi masalah karena MENGHAMBAT KOMUNIKASI, tidak hanya dari ilmuwan ke masyarakat, bahkan kadang di kalangan sesama ilmuwan. Penulisan ilmiah yang buruk sedikit banyak ikut bertanggung jawab atas rendahnya literasi sains dan jurang komunikasi antara ilmuwan dan masyarakat di Amerika. Bahkan karena masalah ini, presiden American Association for the Advancement of Science (AAAS) pada masa itu mendesak “setiap ilmuwan untuk menjadikan ilmunya bermanfaat DAN MUDAH DIPAHAMI bagi masyarakat umum”.
Para petinggi institusi sains di Amerika sepakat bahwa ilmuwan generasi muda mesti dilatih dalam hal komunikasi publik, termasuk di dalamnya menulis ilmiah dengan baik dan jelas. Gerakan “Plain English Movement” muncul tahun 70an yang awalnya lebih fokus di penulisan bidang hukum, lalu menyebar ke bidang-bidang ilmu lain. Tahun 2010 Presiden Obama menandatangani Plain Writing Act yang mewajibkan semua badan pemerintah berkomunikasi dalam bahasa yang mudah dimengerti.
Tapi bukankah memang penulisan ilmiah ‘standar’nya begitu? Menurut Greene, dalam sejarah linguistik bahasa Inggris secara umum ada 2 macam: Old English atau Anglo-Saxon, yang pendek-pendek dan umum dipakai sehari-hari, dan bahasa akademik yang dipengaruhi bahasa Perancis, Latin, dan Yunani, yang rata-rata panjang-panjang, yang ‘menggoda’ untuk dipakai supaya terdengar pintar (haha!). Dari sudut pandang pembaca umum, bahasa seperti ini sulit dipahami dan sebenarnya nggak perlu-perlu amat! “This vocabulary is useful, but many of us have forgotten how clear and direct simple words can be,” tulis Greene.
==Kalau pendapat saya, komunikasi itu harus efisien. Cara penulisan yang menghambat komunikasi ilmiah, apalagi di masa ketika literasi sains sangat diperlukan, tidak usah diikuti, bahkan sebaiknya ditinggalkan atau diganti.==
Beberapa panduan penting di buku ini misalnya:
1. Gunakan kerangka ‘cerita’, sebab cerita adalah bentuk transfer informasi yang sudah digunakan Homo Sapiens selama ribuan tahun sehingga sudah tertanam di otak manusia. Informasi yang disampaikan dalam bentuk narasi akan lebih mudah diserap.
Bercerita di sini bukan berarti mengarang, namun informasi ilmiah ini sebaiknya disampaikan melalui adanya karakter sebagai subyek dan apa yang mereka lakukan sebagai kata kerja.
2. Gunakan kata kerja aktif.
3. Gunakan bahasa sehari-hari.
4. Jangan memakai kata-kata yang panjang kalau ada padanannya yang pendek dan mudah dipahami.
5. Hilangkan kata-kata yang berlebihan dan tidak perlu.
6. Jargon ilmiah dan istilah teknis berguna jika dipakai di kalangan yang sama, tapi di luar itu membingungkan. Jadi sebaiknya tidak dipakai dalam komunikasi publik.
7. Variasikan panjang kalimat sehingga terasa mengalir.
dll
Buku ini berisi panduan praktis menulis ilmiah dengan jelas dan tidak berbelit-belit tanpa mengurangi kualitas informasi di dalamnya. Selain itu juga berisi banyak contoh tulisan ilmiah yang buruk dan bagaimana memperbaikinya, dan tentunya contoh-contoh tulisan yang baik, jelas, dan mudah dipahami awam. Buku yang sangat baik dikoleksi bagi mereka yang sering perlu menulis makalah ilmiah berbahasa Inggris.
Buku-buku terkait ttg Komunikasi Sains:
Houston, We Have A Narrative : Why Science Needs Story
https://www.facebook.com/bookolatte/posts/pfbid025TAGrpFjwGt98ckWeUMhwWZ57Z4ZNRRmJjs4i5EioLiRd8689QnqksHKbiWFLSbwl
Don’t Be Such A Scientist: Talking Substance In An Age of Style
https://www.facebook.com/bookolatte/posts/pfbid02wwXApPMh5b43g2bEQgAXGa3ZYesGBHrHfFtmTX2tfXML8fy1YXH9g6TDXd6e6RL2l
Am I Making Myself Clear? A Scientist’s Guide to Talking to the Public
https://www.facebook.com/bookolatte/posts/pfbid0VQkX8nQFwf5MDoXYP9aqGZmzHKFmfnja8x6i18e62nt2SpV4QNkZpQ7J8di9MSJcl
Buku-buku Science Writing
https://www.facebook.com/bookolatte/posts/pfbid0n9QmW6V9HusRfGrbhGMsjQVk3ytmxJQ1ih9VLqZVfTqwLNPq94DC2f7QPpD29b64l
If I Understood You, Would I Have This Look on My Face?: My Adventures in the Art and Science of Relating and Communicating
https://www.facebook.com/bookolatte/posts/pfbid0mGC2y3WqtNxLYJfQhaTRUp5grda7N3z7BMeH8tUrB2gTgrE6agHKsGGkbh5tmNUzl